Yang kamu butuhkan:
Paket Kommo apa pun (Base, Advanced, Pro, Enterprise, atau uji coba 14 hari).
Perlu diperhatikan:
Agar produk berhasil diimpor, pastikan kolom di daftar produk kamu sesuai dengan kolom di spreadsheet yang diimpor.
File impor tidak boleh melebihi 100 kolom, 10.000 baris, atau 2 MB. Jika katalog kamu besar, bagi menjadi beberapa file yang lebih kecil sebelum mengimpor.
Hanya pengguna dengan peran Administrator yang dapat menambahkan, menghapus, atau mengganti nama kolom kustom.
Di Kommo, katalog produk adalah tempat terpusat untuk menyimpan produk dan layanan yang ditawarkan bisnis kamu. Katalog ini menjaga detail seperti harga, SKU, dan deskripsi tetap tertata dan terbaru, sehingga tim kamu dapat dengan cepat mengakses informasi yang akurat.
Kamu dapat menambahkan produk dan layanan satu per satu atau mengunggah beberapa item sekaligus dari file atau spreadsheet.
Artikel ini menjelaskan cara menggunakan kedua metode tersebut.
Tambahkan produk secara manual
Kamu dapat menambahkan produk secara manual dengan mengisi kartu produk. Setiap kartu memiliki kolom — seperti Nama, SKU, dan Deskripsi — yang dapat kamu sesuaikan untuk menyimpan hanya detail yang penting bagi kamu. Pelajari cara menyesuaikan kolom produk di artikel ini.
Catatan: Kolom Nama wajib diisi dan tidak dapat diganti namanya atau dihapus. Kamu tidak dapat menyimpan produk tanpa mengisi kolom ini.
Untuk menambahkan produk secara manual:
Buka Daftar → Produk, lalu klik + Tambahkan item.

Masukkan detail produk, lalu klik Simpan.

Produk akan muncul di daftar. Kamu dapat mengeklik namanya kapan saja untuk membuka kartu produk dan melihat semua detailnya.
Tips: Kommo tidak memiliki kontrol duplikat bawaan untuk produk. Jika kamu menambahkan banyak produk atau memperbarui katalog yang sudah ada, periksa duplikat secara manual — misalnya, gunakan bilah pencarian untuk mencari produk dengan nama atau SKU yang sama.
Impor produk dari file
Kamu dapat mengimpor katalog produk yang sudah ada ke Kommo dari file. Pilih file, cocokkan kolomnya dengan kolom produk yang sesuai di Kommo, lalu selesaikan impor.
Catatan: Setiap produk harus memiliki nilai di kolom Nama, jadi pastikan file kamu menyertakan informasi ini. Kamu juga dapat menyesuaikan kolom produk sebelum mengimpor agar sesuai dengan struktur katalog kamu yang sudah ada.
Format yang didukung:
File .xls, .xlsx, .ods, atau .csv
Google Sheets
Tips: Jika katalog kamu berisi tanggal — seperti tanggal kedaluwarsa — impor dalam format .csv dengan koma sebagai pembatas.
Untuk mengimpor produk dari file:
Buka Daftar → Produk, klik menu tiga titik, lalu pilih Impor.

Klik Muat file dan pilih file dari komputer kamu.

Pastikan kolom di file kamu sesuai dengan kolom di kartu produk.

Klik Berikutnya.

Klik Lanjutkan dengan CRM untuk menyelesaikan impor.

Tips: Kommo tidak memiliki kontrol duplikat bawaan untuk produk. Jika kamu mengimpor ulang file yang telah diperbarui, semua item akan ditambahkan lagi, meskipun sudah ada. Untuk menghindari duplikat, pastikan file kamu hanya berisi produk baru sebelum mengimpor.
Impor produk dari Google Spreadsheet
Kamu juga dapat mengimpor produk langsung dari Google Spreadsheet.
Untuk mengimpor produk dari Google Spreadsheet:
Buka Daftar → Produk, klik menu tiga titik, lalu pilih Impor.
Klik Otorisasi dan masuk ke akun Google kamu.

Setelah kembali ke Kommo, klik + Pilih spreadsheet.

Gunakan bilah pencarian untuk menemukan spreadsheet kamu, pilih spreadsheet tersebut, lalu klik Pilih.

Pastikan kolom di spreadsheet sesuai dengan kolom di kartu produk.
Klik Berikutnya.
Klik Lanjutkan dengan CRM untuk menyelesaikan impor.
Catatan: Kommo dan Google Sheets tidak tersinkronisasi. Perubahan yang dilakukan di salah satunya tidak akan otomatis muncul di yang lain. Jadi, jika kamu memperbarui Google Spreadsheet, kamu perlu menjalankan impor lagi.
Hubungkan katalog WhatsApp kamu ke Kommo
Jika kamu menggunakan integrasi WhatsApp Business, kamu dapat menghubungkan katalog WhatsApp kamu ke Kommo. Produk WhatsApp kamu kemudian akan tersedia di Kommo, sehingga tim kamu dapat mengakses dan membagikannya saat berkomunikasi dengan klien.
Pelajari selengkapnya di artikel ini.